Kamis, 30 Agustus 2012

ICW Pengawas Resmi Seleksi CPNS

JAKARTA, FAJAR -- Sistem perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2012 merupakan cerminan perekrutan pada tahun 2013. Indonesian Corruption Watch (ICW) resmi ditunjuk menjadi pengawas penerimaan CPNS di seluruh daerah

BERBAGA langkah reformasi ditempuh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) guna menggelar seleksi yang bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme. Langkah-langkah yang dimaksud di antaranya, tetap memberlakukan pengajuan kuota berdasarkan kebutuhan. Yakni melalui analisis jabatan, analisis beban kerja, dan disesuaikan dengan belanja pegawai masing-masing instansi. Khususnya tidak melebihi 50 persen dari APBD.

"Seterusnya akan begitu, setiap dilakukan penerimaan harus dilakukan riset sebagai pertanggungjawaban," ujar Sekretaris Kemenpan-RB, Tasdik Kinanto, di Jakarta, Kamis, 30 Agustus.

Selanjutnya pengamanan yang lebih ketat. Selain menggunakan jasa kepolisian juga melibatkan Lembaga Sandi Negara. "Lembaga Sandi Negara membantu dalam sistem digital, pengamanan sistem sandi pada master soal yang telah diserahkan ke masing-masing instansi penyelenggara CPNS 2012," kata Tasdik Kinanto yang juga Ketua Panitia Seleksi Pusat Penyelenggara CPNS 2012.

Namun, lanjut Tasdik, file-file dalam compact disk tersebut belum tidak bisa dibuka. File berisi master soal seleksi CPNS 2012 tersebut hanya bisa dibuka oleh pegawai Lembaga Sandi Negara yang telah ditunjuk. "Petugas pembuka sandi akan datang ke instansi, setelah instansi tersebut menyatakan kesiapannya melakukan penggandaan soal, jelang pelaksanaan pada 8 September 2012, pekan depan," ungkap Tasdik.

Selain itu panitia seleksi juga membentuk konsorsium yang melibatkan 10 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Konsorsium bertugas membuat soal bersama kunci jawabannya. Selanjutnya memeriksa fisik lembar jawaban peserta CPNS yang diambil dari masing-masing instansi peyelenggara. Terakhir, konsorsium meyerahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada panitia seleksi pusat bersama laporan.

Berikutnya menyertakan lembaga independen dalam pengawasan. ICW sendiri resmi ditunjuk menjadi pengawas penerimaan CPNS di seluruh daerah. Penandatanganan kerja sama telah dilaksanakan antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, dengan Koordinator ICW, Danang Widoyoko, belum lama ini.

Menurut Azwar, ICW akan mengawasi pelaksanaan CPNS mulai pendaftaran, penggandaan dan penyebaran soal, saat ujian, pemeriksaan, hingga pengumuman. Jika ditemukan ada unsur kolusi, korupsi, dan nepotisme, ICW akan meneruskannya ke aparat hukum. (fmc)


Sumber : fajar

0 komentar:

Poskan Komentar