REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG---Moratorium atau penghentian sementara
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berlaku sejak 1
September 2011, akan berakhir pada 31 Desember 2012.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Fransiskus Salem, mengatakan,
walau sudah disampaikan tentang berakhirnya moratorium penerimaan CPNS,
namun belum disampaikan kapan penerimaan kembali, karena penerimaan CPNS
merupakan kebijakan pemerintah pusat.
"Walaupun demikian, pihaknya sudah mengusulkan tambah pegawai untuk
lingkup provinsi dan kabupaten/kota se-NTT," katanya, Jumat (11/5).
Ia mengakui, dari aspek jumlah, ada banyak pegawai negeri sipil (PNS)
di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang sudah mencapai lebih
dari 400 orang.
Tapi dari aspek kualitas, katanya masih kurang. Karena itu, usulan
penerimaan CPNS ke depan difokuskan kepada mereka yang memiliki keahlian
khusus sehingga dapat memenuhi kualifikasi.
Menurutnya, dari waktu ke waktu penataan birokrasi di lingkungan
Pemerintah Provinsi NTT harus diberi perhatian serius. ''Saya pikir
peran PNS sangat strategis. Karena PNS yang merumuskan
kebijakan-kebijakan politik menjadi kebijakan publik untuk kepentingan
rakyat. Ini mesti jadi perhatian serius bagi kita semua,'' katanya.
Dia mengatakan reformasi birokrasi dimaksudkan untuk menata dan
mengelola negara ini dengan baik. Kalau pengelolaan ini katanya
dilaksanakan dengan baik maka akan memberi pengaruh yang sangat
signifikan bagi peningkatan kesejahteraan dan peningkatan pelayanan
publik. "Jika kualitas pelayanan publik baik maka tidak akan ada
komplain dari masyarakat yang menjadi obyek pelayanan di birokrasi,"
katanya.
Ia menjelaskan, ada sejumlah aspek yang perlu dilaporkan kepada Badan
Kepegawaian Negara (BKN) pada masa moratorium Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) ini.
Sejumlah aspek yang disampaikan itu yakni perhitungan jumlah
kebutuhan PNS. Uraian jabatan struktural dan fungsional. Menyusun peta
jabatan. Analisis beban kerja, dan proyeksi kebutuhan pegawai selama
lima tahun. Laporan rencana redistribusi pegawai, dan melaporkan hasil
evaluasi penataan kelembagaan.
Untuk diketahui, pada Agustus 2011 lalu Menteri Dalam Negeri
(Mendagri), Gamawan Fauzi resmi menandatangani Surat Keputusan Bersama
(SKB) tiga Menteri Terkait Moratorium perekrutan PNS di Kantor Wakil
Presiden, Jakarta.
Dengan adanya penandatanganan itu, moratorium resmi berlaku sejak 1
September 2011 hingga 31 Desember 2012 atau sekitar 16 bulan.
Pemerintah berkomitmen ingin membenahi segala sesuatu terkait
penerimaan PNS. Berbagai aturan yang berkaitan dengan kepegawaian juga
akan ditata kembali. Terdapat beberapa pengecualian dalam moratorium
ini, seperti tenaga medis, dokter dan perawat, petugas keselamatan
publik, dan tenaga pengajar.
"Pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk moratorium penerimaan PNS
karena jumlah PNS yang ada saat ini sudah sangat banyak," katanya.
Akibatnya, kata dia belanja pegawai jauh lebih besar ketimbang
belanja publik atau anggaran yang digunakan untuk pelayanan publik dan
pembangunan. Saat ini, belanja pegawai di 294 kabupaten/kota di seluruh
Indonesia lebih dari 50 persen APBD.
Di 116 kabupaten/kota malah mencapai lebih dari 60 persen. Bahkan,
ada daerah yang mengalokasikan belanja pegawai lebih dari 70 persen dari
APBD.
Sumber : Republika
Kamis, 10 Mei 2012
Mau Jadi PNS? Siap-siap Daftar, Moratorium Segera Berakhir
19.36
No comments












0 komentar:
Poskan Komentar